Tren Bovine brucellosis di Malaysia pada periode 2000 sampai dengan 2008


 I k h t i s a r  Latar Belakang : Bovine brucellosis yang sangat mempengaruhi ternak dikarakterisasikan dengan kejadian abortus, still birth, penurunan volume produksi air susu,
fetus yang lemah dan infertilitas baik pada ternak jantan maupun betina. Penyakit ini sudah terdistribusi secara luas pada ternak dan beberapa spesies hewan liar. Bovine brucellosis umumnya disebabkan oleh Brucella abortus dan sangat jarang disebabkan oleh Brucella mellitensis dan Brucella suis. Di Malaysia, distribusi Bovine brucellosis belum dijelaskan. Dalam makalah ini kami menjelaskan tentang distribusi, pola dan kecenderungan kejadian Bovine brucellosis di semenanjung Malaysia pada periode waktu antara tahun 2000 sampai dengan tahun 2008 dengan berdasar kepada data serologis yang berasal dari kegiatan serosurveilens terhadap Bovine brucellosis secara nasional pada populasi ternak.

Analisa Terhadap Metode Diagnosa Brucellosis

PENDAHULUAN

Ditetapkan melalui pasal 24 Undang-undang nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk menetapkan jenis hama dan penyakit hewan karantina, jenis media pembawa pembawa hama dan penyakit hewan karantina dan jenis media pembawa hama dan penyakit hewan karantina yang dilarang untuk dimasukkan dan/atau dibawa atau dikirim dari satu area ke area lain didalam wilayah Negara Republik Indonesia.

Pengambilan Sample dalam Rangka Deteksi Brucellosis

Untuk keperluan diagnosa terhadap brucellosis, organisme dapat diambil dari beberapa organ yang biasanya bergantung kepada gejala klinis yang timbul. Pada hewan, bagian placenta adalah bagian yang paling banyak terkena infeksi dan memiliki konsentrasi bakteri yang paling tinggi ; diikuti kemudian dengan nodus lympatikus dan susu ; dan darah jika pada manusia. Selanjutnya, organ lain yang mengandung konsentrasi organisme yang tinggi adalah isi perut, limpa dan paru-paru dari janin yang digugurkan, swab vagina, semen dan cairan arthritis atau hygroma dari hewan dewasa. Dari karkas hewan, jaringan yang memiliki potensi untuk kegiatan pembuatan kultur adalah Glandula mammae, nodus